Jakarta, Selain aborsi, kasus pembuangan bayi juga marak terjadi. Di DKI Jakarta saja, terdapat 7 kasus pembuangan bayi selama bulan Februari 2009.
Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad) Yesmil Anwar menduga, ada 3 alasan seseorang tega membuang bayi yang tidak berdosa. Selain ketidakmampuan ekonomi untuk menghidupi sang bayi, biasanya seseorang malu karena melahirkan di luar perkawinan.
"Malu karena punya bayi tanpa ikatan perkawinan, karena malu maka dibuang. Ya semacam melepas tanggung jawab," kata Yesmil saat berbincang, Senin (2/3/2009).
Yesmil juga mengatakan, kasus pembuangan bayi tidak hanya dilakukan oleh masyarakat lapisan bawah saja. Kalangan sosial menengah ke atas juga banyak yang melakukan tindakan melanggar hukum itu. bedanya, mereka yang berasal dari orang-orang berduit, membuang bayinya secara rapi.
"Mereka caranya canggih, jadi tidak ketahuan. Makanya yang selama ini ketahuan biasanya orang-orang dari lapisan bawah," kata Yesmil.
Sementara itu kasus aborsi juga tidak kalah memprihatinkan. Yesmil pun berharap, aturan mengenai tindakan menggugurkan janin itu segera diperjelas dan ditegakkan.
"Sekarang ini ada dua pihak yang terlibat. Masyarakat datang ingin menggugurkan, dan dokter mau melakukannya. Ini harus diperbaiki. Sosialisasi bahwa tindakan aborsi itu melanggar hukum harus digalakkan," katanya.
"Soalnya kadang-kadang orang berfikir menggugurkan kandungan itu crime without victim. Padahal janin kan sudah bisa menjadi obyek hukum. Penyuluhan semacam itu yang mungkin kurang," tegas Yesmil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar